Iwan Setiawan, Seperti Mengulang Cerita Lama Soal Dipecat Sebagai Pelatih

Freekick – Sosok Iwan Setiawan sebagai pelatih sudah dikenal bermulut tajam, dengan pernyataannya yang sering kontroversial dan tak takut berkonfrontasi dengan siapapun. Itu yang diingat akan Iwan yang pernah melatih PSMS Medan dan Persija Jakarta itu.

Terkini, ia dipecat oleh Borneo FC yang diumumkan lewat laman resmi klub itu, Selasa, 27 Maret 2018. Pemecatan yang diumumkan di laman klub pada Selasa, 27 Maret 2018 itu merupakan imbas dari sikap dan pernyataannya menanggapi Pusamania, suporter Borneo FC yang meneriakkan kata mundur buatnya. Itu lantaran Borneo FC dianggap bermain kurang bagus, hanya imbang tanpa gol saat menjamu Sriwijaya FC, 25 Maret 2018.

“Kalian tau Iwan Setiawan ini siapa untuk Borneo? jangan kalian mau di provokasi sama orang-orang. Ini  yang membesarkan Borneo, ini yang bawa Borneo promosi (sambil menunjuk dirinya). Punya otak gak kalian? Tau itu gak? jangan hanya ngoceh di instagram,” amuk Iwan dalam konperensi pers usai pertandingan.

Iwan merupakan pelatih yang mengantongi lisensi A AFC pada 2002 dan Certificaat Koninklijke Nederlandse Voetbalbond Academie dari KNVB, Royal Netherlands Football Association. Ia menekuni karier pelatih setelah menjadi pesebakbola, pernah bergabung Pelita Jaya pada 1987. Setelah itu, ia ke Arseto Solo, Persija Jakarta.

Sedangkan bersama Timnas Indonesia, pria kelahiran Medan, 5 Juli 1968 ini mulai bergabung dari Timnas U-16, Timnas U-19 hingga Timnas Senior.

Meski memiliki bekal ilmu kepelatihan yang mumpuni, Iwan mulai dikenal sebagai sosok pelatih dengan lontaran kata yang memicu pro dan kontra di berbagai media lokal maupun nasional.

Saat melatih Persebaya, dan menang tipis 1-0 lewat gol penalti dalam laga uji coba kontra PSIS di Gelora Bung Tomo, 19 Maret  2017 Iwan menyebut tim lawan seperti banci karena bermain sangat defensif dan menumpuk pemain di lini belakang.

Baca Juga   Gol Lilipaly Terbaik Minggu Ketiga AFC Cup

Bahkan, pemainnya sendiri  pernah kena “semprotnya”, seperti ketika ia menukangi Persijatim Solo FC pada 2002. Saat itu, ia menyebut sang bomber, yang juga eks striker timnas, Indriyanto Nugroho, bak perempuan akibat penampilan yang buruk.

Bukan Pertama Kali

Pemecatan dari Borneo FC itu bukan yang pertama kali diterimanya sebagai pelatih. Saat Persebaya Surabaya masih di Liga 2, Iwan yang menjadi pelatihnya dipecat karena sikapnya terhadap Bonek, suporter setia Bajul Ijo itu. Sebelum dipecat klub arek Suroboyo itu menjatuhkan denda Rp 100 Juta dan larangan satu kali mendampingi timnya di lapangan hijau.

Saat itu, Iwan mengacungkan jari tengah ke arah bonek setelah partai Liga 2 kontra Martapura FC di Stadion Demang Lehman, 30 April 2017. Sebulan kemudian, tepatnya 22 Mei 2017, Persebaya mengumumkan pemecatan Iwan Setiawan.

Uniknya, saat melatih Persebaya itu Iwan baru saja meletakkan jabatan sebagai pelatih Borneo FC setelah klub berjuluk Pesut Etam itu kalah melawan PS TNI (kini PT Tira) dalam babak penyisihan Grup C Piala Jenderal Sudirman, 18 November 2015.

Ia menyatakan akan mundur jika sampai kalah dari tim yang disebutnya tim amatir. PS TNI akhirnya menang dalam pertemuan dengan Borneo FC lewat adu penalti dengan skor 6-5. Iwan pun menepati ucapannya, mundur sebagai pelatih Borneo FC, dan digantikan oleh Kas Hartadi.

Setelah dipecat dari Persebaya, Iwan balik lagi menangani Borneo FC kembali pada Agustus 2017, dikontrak sampai akhir musim Liga 1 2017. Iwan menggantikan Ricky Nelson yang posisinya dikembalikan ke tim yunior. Iwan menggantikan Ricky Nelson yang posisinya dikembalikan ke tim U-19.

Alasan Borneo FC  penunjukan pelatih berlisensi A AFC itu karena ia bukanlah sosok asing di tim berjulukan Pesut Etam tersebut. Iwan pernah membawa Pesut Etam jadi kampiun Divisi Utama 2014

Baca Juga   Anak Medan Itu Jadi Pemain Terbaik Turnamen Jenesys 2018

Ada yang unik dalam kontrak pelatih itu, dimana manajemen Borneo FC mencantumkan juga salah satu klausul dalam kontraknya terkait psy war. “Mungkin ada sanksi tertentu untuk beliau apabila terlalu banyak tingkah ketimbang prestasi,” ungkap manajer tim Borneo FC, Farid Abubakar.

Klausul itu telah mementalkan Iwan Setiawan dari kursi kepelatihan Pesut Etam. Ia mengulang kisah lama soal  pemecatan dirinya sebagai pelatih. ***

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.