Sejarah yang Terhenti Hanya Satu Musim Saja

MENJELANG bergulirnya Liga 1 2018, sensasi demi sensasi mengiringinya. Tak hanya Michael Eissen yang pemain ternama harus terlempar dari klubnya, Persib Bandung dan hingga kini belum ketahuan berlabuh dimana. Terbaru, Traveloka mendadak mundur sebagai sponsor utama Liga 1 2018.

Mundur hanya sehari sebelum kick off 23 Maret 2018 bukan hal biasa. Mengejutkan, jelas. Sesuatu yang luar biasa pasti ada di balik keputusan itu. Saat ini belum bisa diketahui secara jelas apa penyebabnya. Apakah ada konflik dengan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru atau masalah internal Traveloka sendiri.

Bersama Go-Jek, Traveloka telah menciptakan sejarah sendiri di industri startup lokal maupun dunia sepakbola Indonesia ketika memutuskan menjadi sponsor utama Liga 1. Kedua startup di bidang jasa transportasi dan agen travel itu sekaligus muncul sebagai nama resmi kompetisi, yaitu Go-Jek Traveloka Liga 1

 

Sepanjang sejarah penyelenggaraan liga sepakbola profesional di tanah air, tepatnya mulai tahun 1994 – 1995 selepas era Perserikatan dan Galatama, nama sponsor utama yang jadi gelar biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok, bank, dan minuman kopi. Antara lain Dunhill, Kansas, Djarum Super, Bank Mandiri, QNB, dan Torabika.

Tak sedikit nilai sponsor utama Liga 1 di musim lalu. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi ketika mengumumkan nama kompetisi profesional itu mengatakan Go-Jek dan Traveloka masing-masing mengeluarkan Rp 90 miliar untuk Liga 1. “Maka, nama mereka yang tercantum dalam titel,” ucap Edy.

Kini nama kompetisi pun harus berganti, Traveloka ditanggalkan sehingga menjadi Go-Jek Liga 1 saja. Ini konsekuensi dari mundurnya perusahaan itu. Bisa saja nama itu berubah jika PT LIB mampu menggaet sponsor utama lainnya.

Jelas mundurnya Traveloka memunculkan tanda besar bagi semua pihak. Jika sponsorship yang diberikan di musim kompetisi 2017 lalu dirasakan kurang menguntungkan baik dari segi peningkatan citra perusahaan, marketing atau lainnya, tentu keputusan mundur sudah dilakukan jauh hari sebelum Liga 1 2018 diluncurkan.

Baca Juga   Mendadak Sehari Sebelum Kick Off, Traveloka Mundur Jadi Sponsor Liga 1 2018

Terbukti keikutsertaan Traveloka tidak berubah, dan nama kompetisi di tahun 2018 ini juga sama dengan tahun lalu. Mereka pun juga hadir dalam  peluncuran Liga 1 pada 19 Maret 2018 lalu.

Keputusan mundur itu disampaikan Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan pada 22 Maret 2018 petang dalam konperensi pers. Berlinton juga menceritakan kabar itu diterimanya pagi, dan siang diputuskan bertemu pimpinan Traveloka tapi tidak berhasil, hanya bawahannya saja yang menerimanya.

 

Apakah mereka kapok mensponsori even sepakbola?. Rasanya tidak, Perusahaan penyedia jasa travel booking itu sudah resmi menjadi sponsor media dan penyiaran untuk Piala Dunia 2018 Salah satu program mereka adalah mempermudah akses memperoleh paket perjalanan bagi calon penonton.

Mundur sebagai sponsor utama Liga 1 2018 tentu sudah diperhitungkan secara matang bagi Traveloka, terutama dari aspek hukum. PT LIB pun berhitung berapa kerugian mereka yang akan disampaikan kepada Traveloka. Mereka sudah melakukan persiapan kompetisi, baik off air maupun on air. Perlengkapan pertandingan seperti bendera, patch, dan lainnya yang berkaitan erat dengan titel kompetisi, juga sudah dicetak.

Maka menarik dinanti apa penjelasan Traveloka tentang pengunduran dirinya sebagai sponsor utama Liga 1 2018. Semakin cepat akan semakin baik. Sebaliknya semakin berlarut akan merugikan citranya dengan munculnya berbagai isyu yang berseliweran, tak ubahnya analisa penonton sepakbola yang terlihat lebih mahir dari pelatih. ***

 

 

Leave a Reply