PSSI Targetkan Tahun 2030 Minimal Dua Wasit Indonesia Memimpin Piala Dunia

Freekick – PSSI mentargetkan tahun 2030 memiliki minimal dua wasit asal Indonesia yang akan memimpin Piala Dunia. Untuk mencapai itu, PSSI akan melidungi dan menangani kualitas wasit secara serius.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Sekjen PSSI Marco Gracia Pauolo saat membuka seleksi wasit bertajuk “PSSI Profesional League Referee Selection” di Yogyakarta, Senin (12/03/2018). Seleksi yang digelar pada 1-15 Maret itu dipimpin oleh Direktur Wasit PSSI, Toshiyuki Nagiitu dan diikuti 49 wasit dan 64 asisten wasit. Marco didampingi Dwi Irianto yang mewakili Komisi Disiplin PSSI (bukan sebagai Sekretaris Asosiasi Provinsi Yogyakarta, seperti ditulis dalam laman PSSI).

Meski bertujuan sebagai persiapan menghadapi kompetisi Liga 1, yang akan bergulir 23 Maret 2018, dan pesertanya dari berbagai kota di Indonesia, tapi entah kenapa temanya ditulis dalam bahasa Inggris. Mungkin PSSI ingin terlihat keren dengan meng-Inggris-kan acara yang sebenarnya lumrah saja, dan tentu serius untuk meningkatkan mutu wasit Liga 1.

 

Seleksi yang bertajuk ‘PSSI Profesional League Referee Selection’ ini diikuti 49 wasit dan 64 asisten wasit dan dipimpin oleh Direktur Wasit PSSI, Toshiyuki Nagi. Pada Senin (12/3), Deputi Sekretaris Jenderal PSSI, Marco Gracia Paulo membuka acara ini bersama Sekretaris Asprov PSSI Yogyakarta, Dwi Irianto di Hotel UNY, Yogyakarta.

Marco mengatakan, wasit memainkan peran penting dalam perkembangan sepakbola khususnya melalui kualitas kompetisi di setiap level. Hal ini juga menjadi prioritas yang dicanangkan oleh PSSI.

Sedangkan Direktur Wasit PSSI, Toshiyuki Nagi yang juga mantan wasit Piala Dunia 2014 mengatakan, peserta mendapatkan pengetahuan soal peraturan pertandingan dan law of the game terbaru. Mereka juga akan mengikuti tes yang meliputi fisik, fitness dan psikologi. ***

Baca Juga   Kemenangan Perdana Persib, Gol Pertama Bauman

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.