Kesabaran Mengantarkan Kroasia ke Final Piala Dunia 2018

Freekick – Inggris unggul lebih dulu atas Kroasia, tapi kesabaran Kroasia mengantarkan mereka untuk pertama kalinya melaju ke final Piala Dunia 2018. Inggris pun harus menerima kenyataan pahit, kalah 1-2 (1-1) dan mengubur mimpinya memulangkan tropi Piala Dunia yang pernah diraih tahun 1966.

Pertandingan kedua tim yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow itu berjalan menegangkan selama 120 menit. Inggris unggul di menit ke-5 lewat tendangan bebas yang indah oleh Kieran Trippier. Namun Kroasia mampu membalikkan keadaan, menyamakan kedudukan, kemudian menambah gol di perpanjangan waktu.

Setelah gol dari Trippier, Kroasia langsung menyerang total. Tapi kurang tenangnya para pemain membuat banyak peluang masih jauh dari target. Umpan-umpan juga tidak akurat. Satu tembakan dari Ante Rebic di menit ke-32 mengarah ke sasaran, tapi dengan mudah diamankan oleh Jordan Pickford.

Inggris sendiri setelah unggul satu gol bermain menunggu untuk mendapatkan peluang melakukan serangan cepat. Sayangnya beberapa peluang belum membuahkan tambahan gol, seperti di menit ke-22 Sterling gagal memanfaatkan umpan terbosan. Begitu juga sepakan Harry Kane di menit ke-30 masih mampu dihalau kiper Kroasia, Subasic.

Usai turun minum, Kroasa bermain lebih tenang. Mereka bermain lebih sabar dan rapi. Hasilnya dipetik di menit ke-68, umpan crossing Vrsaljko berhasil dimanfaatkan oleh Ivan Perisic dengan tendangan keras yang tak mampu dihadang Pickford. Kedudukan imbang 1-1.

Inggris sendiri bukannya bermain lebih terbuka, tapi tetap mengandalkan serangan balik. Bisa dikatakan sejak gol balasan itu tercipta Kroasia lebih menguasai permainan. Bahkan empat menit setelah itu Perisic nyaris menambah golnya, sayang bola masih membentur mistar gawang. Begitu juga di menit ke-83 Mandzukic hampir membuat Kroasia unggul, tapi tembakannya mampu ditangkap Pickford.

Baca Juga   Anak Gawang yang Semuanya Perempuan, Pertama Kali di Piala Dunia

Perpanjangan waktu terjadi setelah tak tercipta gol tambahan. Kroasia tetap menguasasi permainan. Inggris sempat mengancam lewat sundulan John Stones di menit ke-99 ke pojok kanan gawang Subasic. Namun Vrsaljako tampil sebagai pahlawan dengan menyelamatkan timnya dari kekalahan, sundulannya mampu mementahkan peluang emas itu.

Kroasia juga mendapat peluang emas di menit 105+2, crossing mendatar dari Perisic disambut oleh Mandzukic, tetapi Pickford secara heroik mampu menghadangnya.

Namun Inggris harus mengakui ketajaman duet Perisic-Mandzukic di babak kedua perpanjangan waktu. Perisic kali ini memberi assist berupa umpan sundulan kepada Mandzukic. Penyerang Juventus ini melepaskan tembakan yang kali ini tak mampu dihadang Pickford.

Kesialan menimpa Three Lions, saat keluar menyerang untuk menyamakan kedudukan Trippier cedera dan harus keluar lapangan. Sementara jatah pergantian pemain sudah habis. Kroasia sendiri mengamankan skor dengan memasukkan Vedran Corluka dan Milan Badelj yang membuat tembok pertahanan mereka makin kokoh.

Skor 2-1 itu mengantar Luka Modric dan kawan-kawan mencetak sejah bagi negaranya, untuk pertama kalinya tampil di final Piala Dunia. Prestasi yang melampaui generasi 1998, yang “hanya” merebut tempat ketiga.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate mengakui kekalahan itu. “Saat ini kami semua merasakan sakitnya sebuah kekalahan. Apakah kami menduga ada di semifinal? Saya tak berpikir bahwa secara realistis satupun dari kami melakukannya,” ujarnya.

“Saya rasa reaksi suporter kepada mereka dibandingkan dua tahun lalu, menggambarkan bahwa negara begitu bangga terhadap mereka dan cara bermain mereka.” ujar Southgate seperti dikutip dari situs resmi FIFA. ***

Leave a Reply