Iklan Dianggap Melecehkan Wanita, Burger King Minta Maaf

Freekick – Piala Dunia 2018 selalu menarik perhatian dunia usaha untuk memanfaatkannya sebagai ajang promosi yang efektif. Segala sesuatu yang berhubungan dengan ajang empat tahunan itu bisa menjadi media yang akan menarik perhatian konsumen.

Namun, cara yang dipakai oleh Burger King beriklan di sosial media Rusia sudah keterlaluan, sehingga memicu protes karena dianggap melecehkan wanita. Perusahaan makanan cepat saji ternama itu pun meminta maaf dan menarik semua materi iklannya.

Burger menampilkan iklan berbahasa Rusia yang menawarkan hadiah sebesar 3 juta rubel atau US$47,000, setara Rp 658 juta (kurs Rp 14.000) dan gratis burger Whooppers seumur hidup kepada wanita yang dihamili pesepakbola yang berlaga di Piala Dunia 2018. Iklan itu, seperti dikutip dari The Guardian, ditampilkan oleh Burger King pada 19 Juni 2018 lalu.

Begitu iklan itu muncul, berhamburan protes keras karena dianggap melecehkan wanita. Segera aja Burger King menyatakan permintaan maafnya, dan menghapus semua materi yang terkait dengan promosi tersebut.

Namun, bukti iklan itu sempat disimpan oleh netizen.

Tak lama setelah mengumumkan iklan tersebut, mereka menariknya karena dikecam protes. Burger King menuliskan pernyataan dan meminta maaf serta telah menghapus semua materi yang terkait dengan promosi. Namun, bukti iklan tersebut sempat disimpan oleh netizen.

Burger kerap membuat masalah dengan tayangan iklan promosinya yang dianggap tidak sensitif terhadap isu-isu yang ada. Di Rusia bukan sekali ini saja mereka bermasalah dengan hal itu.

Pada 2017 lalu restoran cepat saji itu dianggap mengolok-olok seorang remaja yang menjadi korban perkosaan. Dalam iklannya ditampilkan wajah gadis itu, Diana Shurygina yang diperkosa saat berusia 16 tahun diperkosa di sebuah pesta. Iklan itu sebagai bagian dari promosi beli satu gratis satu burger.

Baca Juga   Turis Tiongkok Habiskan 6,45 Triliun ke Piala Dunia Rusia

Bukan hanya di Rusia, di Singapura restoran asal Amerika Serikat itu juga mengiklankan burger tujuh inci dengan gambar tidak senonoh dan mengarah ke perilaku seks tertentu. ***

Leave a Reply