Saat Adidas Harus Akui Keunggulan Nike di Piala Dunia 2018

Freekick – Piala Dunia 2018 tak hanya menjadi ajang pertempuran 32 tim untuk menjadi yang terbaik, tapi juga bagi dua produsen peralatan olaharaga ternama yakni Adidas dan Nike. Uniknya, pertarungan keduanya ditentukan oleh hasil tim yang mereka sponsori.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kedua brand apparel olahraga ini adalah musuh abadi. Keduanya sama-sama berusaha menancapkan bendera sebagai pemimpin dalam industri olahraga, apa pun itu cabang olahraganya.

Namun sepakbola, khususnya Piala Dunia adalah momentum ketika nama besar mereka dipertaruhkan. Tak heran jutaan dollar mereka pertaruhkan untuk mendapatkan kepercayaan dari tim-tim yang akan disponsorinya.

Bagi Adidas, tahun 2018 menjadi tahun yang spesial bagi Adidas. Piala Dunia di Rusia tahun ini menandakan tahun ke- 20 Adidas menjadi sponsor utama kompetisi empat tahunan tersebut.

Adidas juga berhasil menjaga posisi sebagai sponsor utama FIFA dan Piala Dunia hingga nanti tahun 2030.

Sebagai sponsor resmi, Adidas memiliki segala hak eksklusif dalam pelaksanaan Piala Dunia. Sebut saja nama dan logo brand yang terpampang selama 90 menit dalam 64 pertandingan, pengunaan bola resmi, hingga pakaian wasit dan panitia. Semua menggunakan nama dan logo Adidas.

Di putaran awal, Adidas mendominasi dengan membawa 12 tim yang disponsorinya. Nike dengan 10 tim, diikuti Puma 4 tim dan New Balance 2 tim.

Merek-merek lainnya yakni Errera, Hummel, Uhlsport dan Umbro masing-masing dengan 1 tim.

Dominasi Adidas jelas terlihat dari awal ajang akbar empat tahunan FIFA itu. Dari bola, jersey hingga pakaian wasit dan panitia menggunakan nama serta logo Adidas.

Namun, hasil pertandingan berbicara lain. Tim-tim yang dibawa oleh para produsen itu tak hanya membawa nama dan logo yang terpampang di jersey yang dikenakannya, tapi juga mempengaruhi nilai saham, dan tentunya penjualan jersey serta atribut lainnya.

Baca Juga   Nilai Sponsor di Jersey Liga Primer Meningkat, MU Tertinggi

Jerman yang menjadi tim unggulan bagi Adidas secara tak terduga harus angkat koper di babak penyisihan. Hal ini langsung menjadi pukulan telak bagi Adidas. Sehamnya mengalami kemerosotan hingga 2,7% pada 27 Juni 2018 lalu.

Pada tahun 2014, Jerman menyumbang sepertiga penjualan jersey atau 3 juta jersey. Selain itu, Adidas juga mendapat tambahan 10% penjualan setelah kemenangan Jerman. ***

Leave a Reply