Anak Gawang yang Semuanya Perempuan, Pertama Kali di Piala Dunia

Freekick – Piala Dunia 2018 di Rusia akan menyajikan satu hal yang baru pertama kalinya terjadi, yakni anak gawang yang semuanya perempuan. Tak satu pun laki=laki.

Meski hal itu hanya terjadi sekali saja yakni di partai pembukaan antara Rusi dan Arab Saudi, tapi menjadi sejarah dalam gelaran Piala Dunia. Sebanyak 14 anak perempuan berusia 13 hingga 15 tahun yang bermain untuk tim di Tartarstan, salah satu wilayah Rusia, akan bertugas mengambil bola yang keluar lapangan, mengamankannya, lalu memberikan bola pada pemain saat dibutuhkan.

Mereka berasal dari Agryz, sebuah kota kecil yang hanya berpenduduk 19 ribu jiwa, terletak di sebelah timur Moskow. Agryz berjarak sekitar 800 kilometer ke arah Timur dari Moskow.

Mereka terpilih oleh tim nasional Rusia setelah masuk dalam daftar kandidat sponsor untuk kategori “peserta yang menginspirasi” untuk turnamen sepak bola junior nasional.

“Ini seperti dongeng untuk mereka,” kata pelatih mereka, Ildar Idiyatov seperti dilansir Reuters, Rabu, 13 Juni 2018.

Komite panitia lokal Piala Dunia mengatakan sebanyak 776 anak akan bekerja sebagai anak gawang pada turnamen yang menampilkan 64 pertandingan ini. Namun untuk partai pembukaan, grup yang seluruhnya perempuan yang akan menjadi anak gawang.

“Perempuan bukan jenis kelamin yang lemah. Kami selalu siap untuk bersaing dengan laki-laki di level yang sama,” kata Daria Vasilyeva, salah satu anak gawang perempuan yang terpilih untuk pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018.

“Pada Piala Dunia, kami semua bersatu dan kami semua bernilai dan juga dapat memberikan bola kepada tim-tim sepak bola,” tambahnya.

Grup anak gawang yang seluruhnya perempuan itu dimaksudkan untuk menguatkan posisi perempuan dalam dunia sepak bola.

Baca Juga   Fernando Hierro Ditunjuk Jadi Pelatih Sementara Spanyol

Pada laga-laga selanjutnya, tim anak gawang tidak akan dipilih berdasarkan gender, sehingga bisa saja campuran, bahkan seperti biasanya di mana rata-rata dari mereka adalah anak laki-laki.

“Di Piala Dunia, kita semua bersatu. Kita semua sama berharga. Juga sama-sama bisa memberikan bola ke tim sepak bola yang bertanding,” tutur Daria. ***

Leave a Reply