Persepsi Keberpihakan yang Tak Terhindarkan

Oleh : Yo Sugianto

PT Liga Indonesia Baru (LIB) membela keputusannya yang melarang Cristian Gonzales turun ke lapangan sesaat menjelang pertandingan PSS Sleman menghadapi Persegres Gresik di Stadion Gelora Joko Samudro, 6 Mei 2018 lalu.

Direktur Operasional Operator kompetisi PT LIB, Tigorshalom Boboy menyerahkan kasus Cristian Gonzales kepada PSS Sleman dan Madura United. Saat ini dilakukan LIB berdasarkan surat terbaru yang dikeluarkan Madura United. Meski sudah mengeluarkan surat peminjaman Gonzales kepada PSS Sleman, surat itu sudah dibatalkan Madura United.

“Buat liga kepentingannya adalah status dia sebagai pemain pinjaman dan dicabut oleh tim bersangkutan sehingga statusnya balik lagi ke tim lama (Madura United),” kata Tigor kepada CNNIndonesia.com, 8 Mei 2018.

Keputusan PT LIB itu, yang berarti status Gonzales kembali kepada Madura United, mengundang beberapa pertanyaan terkait apa yang sudah terjadi :

1. LIB memutuskan tanpa memperhatikan kepentingan PSS Sleman yang sudah mendapatkan Gonzales dengan status pinjaman, dengan pemenuhan kewajiban seperti transfer uang ke Madura United. Gonzales pun sudah didaftarkan ke LIB, yang berarti sah. Pemain kelahiran Uruguay itu sudah turun di dua pertandingan dengan mencetak dua gol.

2. Bagaimana keputusan bisa dikeluarkan begitu cepatnya, hanya sehari setelah berlangsungnya konperensi pers pada 5 Mei 2018 oleh Manajer Madura United, Haruna Soemitro yang salah satu poinnya adalah akan memutuskan peminjaman Gonzales ke PSS Sleman.

Hari Sabtu (5 Mei) dan Minggu (6 Mei) kantor LIB libur. Jika diasumsikan surat pencabutan peminjaman dikirimkan setelah konperensi pers, berarti LIB hanya butuh waktu kurang dari 24 jam untuk mengabulkannya. Itu pun tanpa melakukan koordinasi dengan PSS Sleman sebagai klub yang meminjamnya.

3. Tanpa melibatkan PSS Sleman, sikap LIB menunjukkan keberpihakan. Bukankah perjanjian peminjaman itu melibatkan kedua klub. Jika LIB berdalih itu urusan personal, dan tidak mau terlibat di dalamnya, maka operator itu tak menjalankan tugasnya sebagai “bapak” bagi para klub yang terlibat konflik di dalam kompetisi Liga 1 dan 2.

Baca Juga   Efek Ronaldo, Tiket Musiman Juventus Ludes Terjual

4. Apakah LIB tidak mencari kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi dan seperti apa status Gonzales?.

Madura United sendiri menyatakan sudah memecat Gonzales per 20 April 2018. Pemecatan itu berarti tak ada lagi hubungan klub itu dengan Gonzales.

Namun, bagaimana dengan surat perjanjian peminjaman kepada PSS Sleman tertanggal 15 April 2018?.

Keputusan LIB soal Gonzales ini pada akhirnya tak menghindari adanya tudingan keberpihakannya kepada Madura United. Suatu hal yang mestinya tak dilakukan oleh LIB sebagai operator kompetisi. Sekali lagi, peran “bapak” mestinya dikedepankan oleh LIB.

Kasus ini merupakan pelajaran berharga, meski pahit, bagi semua pihak. ***

* Yo Sugianto menulis artikel sepakbola, gemar puisi, saat ini tinggal di Jogjakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.