Eva Siregar : Kami Selama Ini Diam Saja, Tapi Banyak Berita Merugikan Gonzales

Freekick – “Selama ini kami berdiam diri saja. Namun keluarga di Eropa, juga teman-teman di luar negeri membaca pernyataan Cristian dipecat. Mereka tidak percaya, dan memberikan dukungan untuk keluarga kami. Sungguh, ini cobaan yang berat selama karier Cristian di dunia sepakbola.”

Hal itu dilontarkan Eva Siregar Gonzales dalam bincang dengan Freekick usai ia bersama Cristian Gonzales serta kuasa hukum Sunan Kalijaga dan Khairul Umam melaporkan Manajer Madura United, Haruna Soemitro ke Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat, 27 April 2018.

Banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat, lalu diberitakan oleh media yang semua bernada miring terhadap El Loco, julukan Gonzales. Mulai dari tuduhan tidak profesional, tidak mau berlatih hingga minggat dari Madura United ke PSS Sleman tanpa kulo nuwun ke manajemen klub.

“Itu semua menyakitkan kami sekeluarga. Kami coba berdiam diri, Cristian juga yang memang tak banyak omong orangnya. Tapi makin hari makin tidak karuan berita yang ada,”tambah ibu empat anak itu.

Menurut Eva, selama ini keluarganya lebih memilih diam karena menghargai pemilik klub (Achsanul Qosasi) dan para suporter Sapeh Kerap yang sangat mengesankan Cristian.

“Namun berbagai pernyataan dan berita liar sampai di Youtube benar-benar membuat kami tak kuasa menahan sedih. Laporan ke Bareskrim itu merupakan keputusan kami untuk mengklarifikasi berbagai kabar itu,” tambahnya.

Sebenarnya, duduk perkara di awal “kisruh” ini bermula dari dipanggilnya Gonzales oleh manajer Madura United, Haruna Soemitro. Saat itu Gonzales diberitahu kalau sedang ditawarkan ke beberapa klub, antara lain PSMS Medan.

“Tentu saja hal ini membuat kaget dan kecewa, kok masih dikontrak tapi ditawarkan ke klub lain. Ngomongnya dengan santai lagi,” jelas Eva.

Baca Juga   Golput Warga Mesir, Pilih Salah Jadi Presiden

Kekecewaan itu sebenarnya sudah ada dengan tidak diwujudkannya janji Madura United soal rumah misalnya. Juga pengeluaran untuk tiket pesawat yang menggunakan uang sendiri, termasuk untuk pemain lain. Tapi giliran diminta penggantian, tak digubris. “Jelas tempat tinggal ini sangat penting bagi keluarga saya,” tegasnya.

Kuasa hukum Gonzales dalam keterangannya usai melapor ke Bareskrim membeberkan keluh kesah Gonzales selama dikontrak Madura United. Banyak janji klub tersebut kepada Gonzales yang tak kunjung dipenuhi seperti memberi rumah dan kendaraan. Bahkan, kata Sunan, gaji Gonzales pada bulan Maret belum dibayar.

Soal pernyataan Haruna Soemitro yang mengecam sikap Gonzales yang tidak menghormati kontrak, Sunan Kalijaga justeru merasa heran. Gonzales tak pernah memegang kontrak dengan Madura United, ia hanya disodori sebuah perjanjian untuk ditandatangani saja.

Begitu juga dengan kepindahannya ke PSS Sleman, yang disusul dengan pernyataan klub itu bahwa Gonzales dipecat, justeru yang terjadi sebaliknya. Gonzales dipinjamkan ke PSS Sleman, sesuai dengan surat perjanjian tertanggal 15 April 2018.

“Makanya saya pernah berkata tak ada pemecatan terhadap Cristian. Ia juga tak mangkir saat latihan meski harus naik taksi online dari Surabaya ke Madura. Ia hanya ingin bermain sepakbola, dan tak pernah melecehkan kontrak,”jelas Eva Siregar.

Bagi Eva, kasus ini merupakan ujian tersendiri bagi keluarga Gonzales dan berharap tak terulang lagi. Pelaporan ke Bareskrim juga diharapkan dapat menggugah perhatian semua pihak, terutama PSSI untuk dapat membantu para pemain yang mendapatkan perlakuan tidak semestinya dari klub. ***

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.