Drama Adu Penalti Antar Sriwijaya FC Ke Final Piala Gubernur Kaltim 2018

Freekick – Melewati pertarungan yang melelahkan, dramatis dan menarik, Sriwijaya FC berhasil melaju ke final Piala Gubernur Kaltim 2018 untuk menantang Arema FC memperebutkan gelar juara. Final ini akan berlangsung hari Minggu (4/2/2018).

Sriwijaya FC berhasil menyingkirkan tuan rumah Borneo FC lewat adu penalti (7-8) setelah pertandingan dengan perpanjangan waktu bertahan dengan skor 3-3.

Bermain di Stadion Palaran, Samarinda, kedua klub Liga 1 musim 2018 ini menyajikan pertndingan yang seru, saling jual beli serangan. Tuan rumah berhasil mencetak gol di menit ke-26 melalui sundulan Marlon Da SIlva yang memanfaatkan tendangan bebas Srdan Lopicic.

Sriwijaya FC terus menekan untuk membalas gol itu, tapi tidak membuahka hasil. Tensi pertandingan agak memanas, hingga terjadi keributan antara Abdul rahman (Borneo FC) dan Marckho Sandy (SFC), yang berakhir dengan dikeluarkannya kartu merah oleh wasit Jerry Elly.

Di babak kedua, Sriwijaya FC yang ditukangi Rahmad Darmawan mencoba menyerang untuk menyamakan kedudukan. Namun justeru Borneo FC memperbesar keunggulannya di menit ke-47 lewat gol Lerby Eliandry yang menerima umpan matang dari Lopicic. Sundulannya ke kiri gawang tak mampu dijangkau oleh kiper Teja Paku Alam.

Akhirnya laskar Wong Kito itu berhasil membalas di menit ke-59 melalui Alberto Goncalves lewat tendangan keras kaki kanannya. Mantan pemain Arema FC ini pun menambah pundi-pundi golnya di menit ke-65 untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Laga makin seru. Striker Titus Bonay yang dimasukkan pelatih Iwan Setiawan membuat skor menjadi 3-2 untuk Borneo FC lewat sundulan kepalanya di menit ke-87. Stadion makin bergemuruh, pendukung Pesut Etam tinggal menanti peluit panjang ditiup wasit.

Nahas bagi Borneo FC ketika Sriwijaya FC mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 satu menit menjelang injury time lewat tendangan bebas Makan Konate.

Baca Juga   Robert Yakin Ferdinand Kembali ke Penampilan Terbaiknya

Adu Penalti

Dalam perpanjangan waktu, meski saling serang, tapi tak juga tercipta gol. Kedua tim tidak terlalu ngotot seperti sebelumnya. Selain berhitung adu penalti, juga memberi waktu bagi pemain yang sudah terkuras tenaganya di babak normal.

Laga pun harus ditentukan lewat drama adu penalti. Kedua tim masing-masing menyiapkan 8 pemain.

Drama pun dimulai. Kedua tim tidak mampu menjebol gawang di tendangan pertama. Pemain Borneo FC, Julian Faubert yang pernah bergabung di Real Madrid dan Goncalves  gagal.

Penendang kedua Borneo,Lopicic juga gagal, sementara Makan Konate dari  Sriwijaya FC berhasil. Penendang ketiga Borneo, Lerby Eliandry sukses, sementara Alfin Tuasalamony dari Sriwijaya gagal. Penendang keempat Borneo, Marlon Da Silva sukses, sementara Novan dari Sriwijaya juga berhasil. Penembak kelima Borneo juga sukses, sementara penendang kelima Sriwijaya juga berhasil.

Hingga penendang ke-8 kedudukan masih imbang, sampai Hamka Hamzah berhasil menjadi penentu kemenangan Sriwijaya FC. ***

 

Susunan Pemain :

Borneo FC (4-3-3): 20-M. Ridho; 24-Michiels, 32-Tupamahu, 7-Azamat B., 17-A. Rahman; 10-Lopicic, 18-Faubert, 33-W. Setiawan; 12-Lerby, Marlon, 22-S. Samma

Pelatih: Iwan Setiawan

Sriwijaya FC (4-3-3): 12-Teja; 32-Alfin, 23-Hamka, 26-N’Diaye, 22-Marckho M.; 10-Konate, 35-Zulfiandi, 99-Adam A.; 11-Vizcarra, 9-Beto, 63-Dzhalilov

Pelatih: Rahmad Darmawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.