Puluhan Korban Dari Kericuhan Laga Arema FC vs Persib

Freekick – Puluhan korban berjatuhan terkena semburan gas air mata maupun gempuran asap smoke bomb hingga flare yang dinyalakan suporter. Arema FC pun membuka posko aduan terhadap berbagai kerugian yang menimpa suporternya.

Kerusuhan yang terjadi di saat akan berakhirnya laga Arema FC menghadapi Persib Bandung, Minggu, 15 April 2018 malam di Stadion Kanjuruhan, Malang itu menjadi sorotan luas. Beberapa suporter yang turun ke lapangan pertandingan menjadi awal penyebabnya.

Terjadilah bentrokan antara suporter dengan match steward dan pihak kepolisian. Petugas keamanan akhirnya melakukan tindakan dengan menyemprotkan gas air mata. Korban berjatuhan, beberapa perempuan, yang mengalami mual, muntah serta pingsan akibat semprotan gas air mata itu.

Ada juga beberapa yang mengalami patah tulang karena terinjak saat berebut keluar untuk menghindar dari gas air mata. Para korban yang dirawat intensif di mushalla stadion

Sedangkan beberapa Aremania, seperti dilansir Malang Post, mengatakan kericuhan terjadi karena kepemimpinan wasit yang memberi kartu merah kepada Dedik Setiawan di menit ke-87. Ditambah lagi beberapa oknum petugas kemanan menyerang Aremania.

“Kami membuka posko aduan di kantor Arema FC Jalan Mayjen Pandjaitan Kota Malang, untuk melaporkan segala kerugian,” papar Media Officer Arema, Sudarmaji.

Tentang penggunaan gas air mata, Sudarmaji mengatakan bahwa itu mungkin SOP (Standard Operasional Procedure) dari pihak keamanan, dan mungkin mereka yang bisa menjawab,” pungkasnya.

Pihak klub juga menyatakan komitmen untuk menanggung segala biaya pengobatan atas tumbangnya puluhan korban tersebut hingga kembali sehat dan pulang ke rumah masing-masing.

“Sekali lagi kami mohon maaf atas segala kejadian yang di luar antisipasi kami,” ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris. ***

 

Baca Juga   Ferdinand Absen di Laga Perdana Lawan PSIS

 

 

Leave a Reply